Jasa Riksa Uji Pesawat Angkut dan Pesawat Angkat

Riksa Uji Pesawat Angkat Angkut – sebagaimana diketahui bahwa Pesawat Angkat & Angkut adalah suatu peralatan yang sangat berguna bagi proses industri khususnya dalam pemindahan barang. Pesawat Angkat & Angkut (PAA) merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja bilamana tidak ditangani secara baik dan benar.

Agar tidak terjadi kecelakaan kerja, maka sebelum pemakaian setiap Pesawat Angkat & Angkut (PAA) dan pengaman / perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian serta dioperasikan oleh seorang operator yang berkemampuan dan berketrampilan yang cukup serta dirawat dengan baik dan teratur.

Berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya pada Permen No.4/MEN/85 tentang Pesawat Angkat dan Angkut (misal: forklift, backhoe, loaders, excavators, cranes), mewajibkan perusahaan mempunyai Ahli K3 agar pelaksanaan K3 di tempat kerja berjalan optimal.

JENIS ALAT YANG TERMAKSUD DALAM BIDANG PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT ADALAH :
Excavator
Forklift
Crane
Gondola
Bulldozer
Backhoe Loader
Boom Lift
Traktor
Wheel Loader
Overhead Crane
TUJUAN DARI UJI RIKSA PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT :
Memenuhi persyaratan Peraturan Perundangan yang berlaku.
Menguji kelayakan Pesawat Angkat dan Angkut.
Mencegah, mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident).
Memeriksa dan menguji kekuatan knstruksi (Integritas Structur).
Membuktikan Kestabilan dalam operasi.
Untuk mendapatkan Sertifikat/Ijin Pemakaian atau Re-Sertifikasi (berkala).
DASAR HUKUM PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT :
Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan.
Permenaker No. 05/Men/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut.
Permenaker No. 02/Men/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di tempat Kerja.
Permenaker No. 09/Men/2010 tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat.
Standard International (Pedoman).
PROSEDUR PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT (BERKALA ATAU BARU)
1. Pemeriksaan Teknik ( Verifikasi Data ) :

Gambar konstruksi.
Wiring diagram.
Design kekuatan konstruksi.
Sertifikat bahan.
Safety device.
Data perhitungan teknis.
2. Pemeriksaan Visual

Pemeriksan menyeluruh / Through Examination sesuai dengan data. Data forklift yang ditelaah akan mendapatkan gambaran keperluan dalam pemeriksaan fisik, spesifikasi dan toleransi dari komponen dan performencenya berikut standard yang digunakan.
3. Pengujian :

1). Uji Beban Maksimum/SWL (Uji Dinamis) :
> Secara bertahap (25/50/75/100 % x SWL).
> Pesawat angkat/crane dapat digerakkan sesuai dengan fungsinya (dilihat jenis & type).

2). Uji Beban Lebih (Uji Statis) :
> Beban 125 % x SWL.
> Beban 110 % x SWL (Permenakerdan standard).
> Pesawat tidak digerakkan, beban diangkat ± 0,50 – 100 cm.
> Beban ditahan selama± 10 – 15 menit dan diukur kembali (terjadi penurunan atau tidak).

Yang perlu dilakukan :
> Amati keseluruhan pesawat angkat / crane dengan cermat (terjadi crack, deformasi, bocor, putus, rusak).
> Pengukuran Defleksi Girder untuk Hoist Crane sejenisnya (standard).

3). Jenis-jenis pengujian :
a. Pengujian Fungsi (safety device/indicator).
> dilakukan tanpa beban.
> dilakukan dengan beban .
untuk mengetahui cara kerja dan kemampuan komponen .
b. Uji Penampilan/Performance :
> dilakukan tanpa beban.
> dilakukan dengan beban.
Hasil Riksa & Uji (Fungsi & Penampilan) tidak ditemukan kerusakan/kekurangan yang membahayakan pemakaian Crane, maka pengujian beban dapat dilaksanakan.
c. Pengujian Beban
Tujuan pengujian ini adalah : Untuk mengetahui fungsi kerja dari komponen yang terpasang (sesuai design) pada sistem mekanis, rem, tenaga penggerak dan rangkaian kekuatan konstruksi crane pada saat pembebanan guna untuk memutuskan layak/tidak layak.

Pengajuan Riksa Uji
*Pilih satu atau lebih
Example : 1. PAA Forklift - 3 unit - 1000Kg - Resertifikasi, dsb
nomor kantor/wa pemohon
email kantor/pribadi