Gambar 2.4 Komponen Forklift (Sumber: [lit.2, 2014]

Pada umumnya Forklift tersusun atas:

  1. Fork Adalah bagian utama dari sebuah forklift yang berfungsi sebagai penopang untuk

membawa dan mengangkat barang. Fork berbentuk dua buah besi lurus dengan panjang rata-rata 2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam fork juga menentukan beban maksimal yang dapat diangkat oleh sebuah forklift.

  • Carriage Carriage merupakan bagian dari forklift yang berfungsi sebagai penghubung antara

mast dan fork. Ditempat inilah fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan pengaman bagi barang-barang dalam pallet untuk transportasi atau pengangkatan.

  • Mast Mast adalah bagian utama terkait dengan fungsi kerja sebuah fork dalam forklift. Mast

adalah satu bagian yang berupa dua buah besi tebal yang terkait dengan hydrolic system dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi untuk lifting dan tilting.

  • Overhead Guard Overhead guard merupakan pelindung bagi seorang forklift driver. Fungsi

pelindungan ini terkait dengan safety user dari kemungkinan terjadinya barang yang jatuh saat diangkat atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan hujan.

  • Counterweight Counterweight merupakan bagian penyeimbang beban dari sebuah forklift. Letaknya berlawanan dengan posisi fork.

Prinsip Kerja Forklift Secara Umun

Pada forklift terdapat suatu alat yang disebut dengan fork. Fungsi fork ini adalah sebagai pemegang landasan beban yang mana fork ini terpasang pada kerangka (backrest) sebagai pembawa garpu dan tiang penyokong mast. Fork assembly diikatkan ke salah satu ujung rantai dan yang lainnya terikat pada beam tiang penyokong. Rantai ini bergerak sepanjang puli (wheel) yang melekat pada ujung atas dari batang torak pada lift silinder. Berputarnya puli ini akibat dari tekanan fluida di dalam lift silinder yang mengakibatkan tertariknya salah satu ujung yang terikat pada beam tiang penyokong (outer mast). Karena rantai terikat, maka pulilah yang berputar sekaligus naik turun oleh gaya tarik yang timbul pada rantai, sedangkan ujung rantai yang lainnya akan bergerak mengangkat backrest dan fork-nya sampai ketinggian maksimum yaitu 3 m.

Ketika perusahaan memilih operator forklift, harus dipertimbangkan kemampuan, kemandirian, dan kondisi mental dan fisik yang prima dari calon operator. Operator yang ahli dan profesional harus tahu bagaimana mengoperasikan forklift dengan hati-hati dan selamat, serta dapat bereaksi dengan benar terhadap situasi yang berbahaya. Untuk dapat menjadi operator yang ahli dan profesional banyak hal yang harus dipahami, diantaranya sebagai berikut:

1. Bahaya-bahaya yang umum saat mengoperasikan forklift

2. Kelengkapan keselamatan yang ada pada forklift

3. Batas berat maksimum yang boleh diangkat dan keseimbangan beban

4. Posisi garpu saat memindahkan barang dan melalui jalan tanjakan atau  turunan

5. Mengangkat beban yang menghalangi pandangan

6. Kondisi jalan yang dapat dilalui sesuai dengan jenis forklift yang digunakan

7. Keadaan fisik forklift dan cara melakukan pemeriksaannya, dan sebagainya

Peraturan Menteri tenaga Kerja No. Per.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut, Pasal 4 mengatur setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang Pesawat Angkat dan Angkut. Untuk itu, pelatihan bagi operator forklift merupakan suatu keharusan untuk memastikan bahwa operator tersebut sudah memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengoperasikan forkliftnya dengan selamat dan profesional sehingga tidak menimbulkan kecelakaan dan kerugian berupa cidera pada diri mereka sendiri dan orang lain, ataupun merusak peralatan serta material.

Jenis forklift berdasarkan transmisi yang ddigunakan beserta keterangannya:

1. Automatic Transmission Forklift Pada umumnya forklift automatic lebih mudah dioperasikan dari pada manual. Yang membedakan adalah tuas handlenya. Tuas handle untuk automatic forklift ada 4 bagian, yaitu naik-turun, maju-mundur, cungkil, geser kiri-kanan. Untuk pengoperasiannya sangatlah mudah. Pedal bawah berfungsi sebagai rem dan kopling (apabila diinjak berfungsi sebagai kopling, apabila dilepas berfungsi sebagai rem). Agar forklift bergerak jalan cukup menggerakkan handle jalan ke arah maju atau mundur. Forklift jenis ini tidak ada gigi.

 2. Manual Transmission Forklift Forklift jenis ini memiliki pedal yang sama seperti mobil pada umumnya, di antaranya ada pedal gas, kopling, dan rem. Pengoperasian forklift ini lebih sulit dibanding automatic. Forklift manual tidak terdapat tuas handle maju-mundur seperti automatic forklift. Berbeda dengan mobil pada umumnya, jika setir dibelokkan maka roda yang berbelok adalah roda bagian belakang. Forklift jenis ini terdapat gigi dan tuas handle naik-turun serta cungkil. Perlu diketahui forklift memiliki beberapa bagian penting.

Berikut bagian-bagian penting forklift yang pada umumnya kita pergunakan :

1. ..Harus memiliki 1 pasang garpu kurang lebih 3 meter, yang berfungsi untuk mengangkat/menurunkan atau memindahkan pallet berisi barang. 9

2. Forklift harus memiliki mast. Mast adalah 2 besi yang tebal yang berhubungan dengan sistem hidrolik dan berfungsi untuk tilting dan lifitng.

 3. Forklift harus memiliki Overhead Guard yang berguna untuk melindungi sopir forklift dari kecelakaan saat mengangkat atau menurunkan barang. Overhead Guard juga melindungi sopir dari benda jatuh dari atas, dari panas, dan juga dari hujan.

 4. Forklif harus memiliki counterweight. Counterweight berfungsi sebagai peyeimbang beban.

Dalam pemilihan forklift tidak sembarangan ,biasanya disesuaikan dengan beberapa aspek, seperti ini :

1. Jenis medan yang ditempuh oleh forklift

2. Jenis barang dan berat barang

3. Layout gudang

Sampai saat ini, fungsi forklift masih belum dapat tergantikan. Dengan perubahan perkembangan dunia logistik yang begitu cepat, Keberadaan sebuah forklfit masing sangat diperlukan. Persaingan kecepatan menjadi salah satu pertimbangan mengapa orang masih memilih menggunakan forklift sebagai satusatunya material handling yang digunakan.